Terinspirasi dari teman sekelas saya ketika SMA, Priyo Hutomo, yang menjual lisensi softwarenya melalui internet.
Pada januari 2006 saya melaunching SMSgee (http://smsgee.satriyo.net).
Fokus SMSgee menyediakan software SMS gateway server dengan hanya telepon/modem GSM biasa, software ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain dengan koneksi database SQL.
Sebelum mencapai tahap SMS gateway server, sejarahnya berawal dari sebuah produk pertama yang dirilis Januari 2006 yaitu PC SMS Bulk Sender 1.0, kemampuannya masih sangat terbatas hanya dapat mengirim SMS saja(tidak dapat menerima), feature utamanya adalah dapat mengirim 1 message ke banyak nomor dengan effort yang sangat kecil. Produk ini dijual dengan harga USD 100.
Pada bulan Juli 2006 dilaunching PC SMS Bulk Sender 1.7 yang merupakan versi yang sama sekali baru, tampilan versi ini terinspirasi oleh Microsoft Outlook, bedanya yang dikirim adalah SMS. Produk ini dijual dengan harga USD 199.
PC SMS Bulk Sender belum mendukung integrasi dengan software lain, baru pada bulan September 2006 dilaunching PC SMS gateway server 3.0 yang sudah mendukung integrasi dengan aplikasi lain, dan dapat dikoneksikan dengan beberapa telepon/modem GSM sekaligus. Produk ini dijual dengan harga USD 320.
Produk SMSgee pembayarannya melalui merchant Plimus (www.plimus.com), sehingga saya tidak usah repot mengurusi masalah pembayaran, untuk setiap transaksi pembelian hanya dikenai charge sekitar 5% saja, cukup murah kan?
Dari sekian banyak lisensi software yang terjual, yang beli semuanya orang/perusahaan luar negeri, maklumlah harga sebesar USD 200-300 di negara maju/berkembang* relatif murah.
Modal melaunching SMSgee relatif murah
1.Sewa web Server 25rb/bulan ( 9 bulan pertaman nebeng sama teman saya, Satriyo, thx a lot!
)
2. Internet (200 ribu/bulan)
3. Biaya development (Hmm berapa ya?) Susah juga ngitungnya karena semuanya saya kerjakan sendiri.
4. PC Celeron 4 & GSM Modem Ericson T68
Kesimpulan, penjualan software di Internet cukup menantang dan sekaligus menguntungkan, menantang karena kita tertantang untuk membuat produk yang featurenya lengkap namun mudah dipakai dengan waktu development yang singkat. Menguntungkan dibandingkan kalau saya kerja jadi programmer di Bandung yang gajinya berkisar 2,5-3 juta /bulan.
So E-business…why not?
*) note: Indonesia negara miskin