Hasil 7 tahun ngecengin

November 30th, 2006 by alvinowijaksana

Beberapa minggu belakangan ini teman gw lagi uring-uringan berat kadang-kadang sampai menangis-nangis tersedu-sedu kayak anak kecil (ini sih hiperbola.red ).

Yaaaa masalah anak muda lah, dia merasa dicuekin banget sama kecengannya, padahal dia udah merasa careeeeeeeeeeeee…. banget sama kecengannya dan sangat “berharap”, tapi kok malah makin ke sini kok dia makin dicuekin dan “ditinggalkan”. Ada apa sebenarnya?

Gw sih cuma ngebatin “Ya iyalah CUMA kecengan, don’t expect too much!, kalau dia cowok lu ya nggak apa-apa.”

Ternyata, kecengannya itu lagi fokus ke cewek lain, saking fokusnya dia jadi nggak terlalu perhatian ke teman-temannya sebagaimana biasanya.

Teman gw itu jelas kecewa berat, mengetahui kecengannya ternyata sama sekali nggak ada “rasa” sama dia, padahal dia sudah ngecengin sekitar 7 tahun kok nggak ada hasilnya sih?????

Puncak kekecewaan ketika dia tahu ternyata kecengannya itu sudah jadian sama cewek lain, apa boleh buat….

Menunggu “respons” orang lain memang susah, mencari perhatian jungkir balik bagaimanapun juga percuma kalau dia memang nggak ada rasa sama sekali.

“If you won’t fail, never try!” (Homer Simpson, The Simpson)

Saya Ganti No HP

November 27th, 2006 by alvinowijaksana

Mengingat, menimbang

1. No ESIA susah dihubungi (nada sibuk, padahal sedang tidak dipakai)
2. SMS ke No ESIA sering tidak sampai.

Memutuskan,

Sejak saat ini jika menghubungi saya melalui telepon, sebaiknya ke nomor 0813 2090 1836

No ESIA saya( 022 9114 6685) masih tetap aktif, namun jika hendak menelpon/SMS hal yang cukup urgent sebaiknya menghubungi ke no 0813 2090 1836 saja.

/alvino

Lebih murah nelpon dari Singapore ke No Simpati , daripada sesama Simpati.

November 18th, 2006 by alvinowijaksana

Gw pake Telkomsel Simpati dari tahun 2002, kecuali saat-saat Idul Fitri, servisnya memuaskan!
-Incoming/Outgoing SMS lancar.
-Telepon relatif gampang dihubungi kapanpun dimanapun (selama ada sinyal!)

Satu-satunya yang MENYEBALKAN dari simpati telepon ke sesama Telkomsel (selain jam 23.00-07.00) beda kota MAHAL BANGET! Simpati gw no bandung, kalau gw nelpon ke no Simpati Jakarta kena charge 4000/menit, nggak tahu juga kalau gw nelpon ke kota yang lebih jauh.

Padahal kalau nelpon dari provider VoIP Singapore ke No HP Indonesia provider manapun (termasuk ke Simpati) cuma kena 0,16 SGD atau sekitar Rp. 1200. Dengan Rp.1200/menit ini meskipun VoIP, kualitas suaranya nggak beda jauh kalau nelepon dari telepon PSTN/GSM.

Sejak tahu lebih murah nelpon ke HP dari VoIP, daripada ke HP sesama operator gw jad merasa selama ini telah DIBODOHI oleh (beberapa) operator-operator GSM Indonesia yang memasang TARIF TERLALU TINGGI.

Ada temen gw yang bilang," kalau menurut kamu harga itu kemahalan, ada dua kemungkinan, harganya memang mahal, atau padahal kamunya yang miskin. "
Wah kalau ini sih jelas gw yang miskin. Nelpon 4000/menit? Kalau gaji gw 20.000/menit sih nggak apa-apa :D

Solusinya, untuk menelpon ke GSM yang beda kota pake kartu yang tarifnya flat rate ke sesama provider antar kota.

ESIA? Bagaimana dengan ESIA?
HP ESIA dipake bisnis? Meskipun tarifnya murah, tapi malah rugi! Lho kok bisa? Soalnya kalau kita pake ESIA klien susah menghubungi, telepon susah masuk, SMS kadang sampai, kadang nggak,  jadinya malah rugi kan?

Nah ESIA cocoknya dipake pacaran, ngegossip,konsultasi percintaan,  atau obrolan-obrolan yang nggak begitu urgent sifatnya.

(Berdasarkan pengalaman pribadi)

City car “irit bensin” vs City car “taksi”

October 12th, 2006 by alvinowijaksana

Semenjak harga BBM di Indonesia melonjak drastis, produsen kendaraan beroda 4 berlomba-lomba menawarkan mobil yang diklaim teririt untuk kendaraan sekelasnya.

Bahkan ada produsen mobil yang mengklaim kendaraan produksinya, kendaraan bensin kelas city car yang dilengkapi teknologi 2 busi di tiap dilindernya, mampu menempuh hingga 50 km hanya dengan 1 liter bensin.

Klaim ini bukan sekedar klaim memang, karena hasil ini diperoleh dari perlombaan “eco challenge”.

Namun mengingat angka tersebut terasa “ajaib”, muncul komentar -komentar meragukan

“Apa iya 50 km bisa ditempuh hanya dengan 1 liter bensin padahal berat mobilnya kan 1 ton? Kalau motor sih mungkin.”

Sebagus apapun hasil perlombaan irit bensin eco challenge, lomba hanyalah lomba, “real performance” baru terasa saat dipakai sehari-hari, apakah benar-benar irit atau hanya irit hanya ketika perlombaan saja.

Di kemudian hari, saya menemukan sebuah forum di internet yang membahas mobil city car yang diklaim produsennya paling irit tersebut. Di forum ini banyak melontarkan pernyataan kekecewaan karena mobilnya tidak seirit seperti hasil lomba, pemakaian tol 1:18 , dalam kota 1:13.

Dari forum tersebut saya memang tidak bisa menyimpulkan apakah mesinnya yang salah atau memang faktor gaya mengemudi yang salah hingga bensinnya tidak seirit saat lomba.

Namun yang menarik dari forum tersebut adalah pernyataan yang tidak bisa dibantah oleh anggota forum bahwa pada kenyataannya konsumsi bensin city car “irit bensin” ini tidak terpaut jauh dari mobil city car produsen lain yang dijadikan taksi, bahkan city car “taksi” dinilai memiliki akselerasi kecepatan yang lebih baik.

“Kalau nggak percaya coba saja tanya ke supir taksi!”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

September 28th, 2006 by alvinowijaksana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat:

diucapkan kayu kepada api yg menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat:

disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

AKU INGIN-Sapardi Djoko Damono

Membangun e-business di negara miskin…why not? (contoh kasus: smsgee.satriyo.net)

September 28th, 2006 by alvinowijaksana

Terinspirasi dari teman sekelas saya ketika SMA, Priyo Hutomo, yang menjual lisensi softwarenya melalui internet.

Pada januari 2006 saya melaunching SMSgee (http://smsgee.satriyo.net).
Fokus SMSgee menyediakan software SMS gateway server dengan hanya telepon/modem GSM biasa, software ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain dengan koneksi database SQL.

Sebelum mencapai tahap SMS gateway server, sejarahnya berawal dari sebuah produk pertama yang dirilis Januari 2006 yaitu PC SMS Bulk Sender 1.0, kemampuannya masih sangat terbatas hanya dapat mengirim SMS saja(tidak dapat menerima), feature utamanya adalah dapat mengirim 1 message ke banyak nomor dengan effort yang sangat kecil. Produk ini dijual dengan harga USD 100.

Pada bulan Juli 2006 dilaunching PC SMS Bulk Sender 1.7 yang merupakan versi yang sama sekali baru, tampilan versi ini terinspirasi oleh Microsoft Outlook, bedanya yang dikirim adalah SMS. Produk ini dijual dengan harga USD 199.

PC SMS Bulk Sender belum mendukung integrasi dengan software lain, baru pada bulan September 2006 dilaunching PC SMS gateway server 3.0 yang sudah mendukung integrasi dengan aplikasi lain, dan dapat dikoneksikan dengan beberapa telepon/modem GSM sekaligus. Produk ini dijual dengan harga USD 320.

Produk SMSgee pembayarannya melalui merchant Plimus (www.plimus.com), sehingga saya tidak usah repot mengurusi masalah pembayaran, untuk setiap transaksi pembelian hanya dikenai charge sekitar 5% saja, cukup murah kan?

Dari sekian banyak lisensi software yang terjual, yang beli semuanya orang/perusahaan luar negeri, maklumlah harga sebesar USD 200-300 di negara maju/berkembang* relatif murah.

Modal melaunching SMSgee relatif murah
1.Sewa web Server 25rb/bulan ( 9 bulan pertaman nebeng sama teman saya, Satriyo, thx a lot! :D )
2. Internet (200 ribu/bulan)
3. Biaya development (Hmm berapa ya?) Susah juga ngitungnya karena semuanya saya kerjakan sendiri.
4. PC Celeron 4 & GSM Modem Ericson T68

Kesimpulan, penjualan software di Internet cukup menantang dan sekaligus menguntungkan, menantang karena kita tertantang untuk membuat produk yang featurenya lengkap namun mudah dipakai dengan waktu development yang singkat. Menguntungkan dibandingkan kalau saya kerja jadi programmer di Bandung yang gajinya berkisar 2,5-3 juta /bulan.

So E-business…why not?

*) note: Indonesia negara miskin

Ramadhan & me, Ramadhan is restricted area

September 23rd, 2006 by alvinowijaksana

Alhamdulillah, gw melewati Ramadhan lagi, mudah-mudahan ramadhan ini membawa berkah bagi kita semua.

Dari pengalaman ramadhan yang dulu-dulu, ini bulan ajaib juga,
gw kok merasa jd berada di “restricted area” untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela,
padahal ramadhan nggak ramadhan mah perbuatan tercela mah sama aja atuh mas! Sama-sama dosa….

Masalah lapar-laparan, ramadhan nggak ramadhan buat gw nggak pengaruh, soalnya sehari-hari gw sering mengabaikan lapar alias lupa makan…Tapi kalau masalah nafsu-nafsuan itu yang susah…ramadhan nggak ramadhan nafsu tetap ada, dan kadang2 meski Ramadhan teteup aja…. tergoda juga buat mencicipi tuh nafsu…..dikiiiiit aja nggak apa-apa kali ya…..maklumlah “restricted area”

Jomblo, pilihan, kutukan atau nasib?

September 23rd, 2006 by alvinowijaksana

“Eh lu skrng gimana? lagi sama siapa?”
“Hmmm…lg nggak siapa-siapa tuh.”
“Makanya Vin, lu harus belajar dari pengalaman.”
“Iya ya…gw kayaknya dari dulu nggak berubah tetep egois & ‘nggak jelas’”
“Makanya…Btw lu sekarang lg ngecengin siapa?”
“Siapa ya? Kayaknya nggak ada yang fokus gitu sih…”
“Maksud lu?”
“Iya..buat gw jomblo tuh lifestyle, jadi ngecengin ya ngecenngin aja nggak ada hubungannya trus nembak & jadian. Buat gw jomblo tuh lifestyle hidup bebas semau gw nggakada yang nyerewetin bla..bla..bla…”
“Lifestyle atau ditolak melulu? Udah deh gak usah cari-cari alasan!”
“Alasan atau bukan, sekarang gw merasa happy kok meski jomblo.”
“Yakin happy?”
“Hmmm…Maksud lu?”
“Lu belum merasakan indahnya terbang di awan sih!”
“Kayaknya sekarang lg musim kemarau deh…awannya cuma dikit, yang banyak smog.”
“dasar lu!”
“Hmmm…mungkin juga ya!”
“Lu jangan pake logika terus dong! Pake perasaan dikit kenapa?”
“Ya gw masih agak bingung juga nih ngontrol perasaan, kalo diikutin jadinya malah berantakan semua.”
“Come on…just express yourself! Express what you feel!
“Hmmmm….I’ll think about it.”
“Wah, lu mau mengekspresikan perasaan aja mikirnya kepanjangan.”
“Hmmmm….I’ll think about it.”

Mau nyatain???

September 18th, 2006 by alvinowijaksana

Sebuah percakapan telepon yang disponsori oleh Esia.

“Gw mau nyatain lho sama si H sebelum puasa….”
“Serius? Minggu ini dong?”
“Iya!”
“Yakin?”
“Iya lah…”
“Gak salah denger nih gw? Akhirnya…”
“Ya mudah-mudahan aja gw masih punya keberanian, lagian sekarang sih udah nothing to loose.”
“Emang lu masih suka ketemuan sama dia?”
“Udah lumayan lama sih nggak ketemuan sama dia, tapi itu bisa diatur lah.”
“Salut deh akhirnya lu nyatain lagi….”
“Iyalah…sebelumnya kayaknya prematur deh….belum waktunya…tapi apa boleh buat, kalo sekarang sih emang gw mau bener-bener niat mau nyatain.”
“Ya good luck deh…..apapun yang terjadi”
“he he…thx..thx!”

Gak dapet aslinya dapet clonenya juga nggak apa-apa ;;)

September 18th, 2006 by alvinowijaksana

Ketika zaman perdukunan masih merajalela, cinta ditolak dukun bertindak, minimal

si dukun butuh rambut sang target agar sang target “jatuh cinta”.

Ketika zaman saintis mulai

merajalela(http://en.wikipedia.org/wiki/Cloning#Dolly_the_Sheep), cinta ditolak

saintis bertindak, minimal si saintis butuh DNA sang target buat bikin clone sang

target.

Tapi yang jadi masalah apakah si clone-an nya tuh sama kayak aslinya?

Secara fisik, “fisik”nya, 100% sama? Ya, mungkin kalau mereka-mereka yang jatuh

cinta gara-tampilan luarnya dari sekarang kumpulin banyak2 DNA, jadi nanti pas

jaman saintis mulai merajalela tinggal di ekstrak dari DNA, kayak di jurassic

park,bedanya ini yang di ekstrak manusia.

Tapi “mind”nya apa mungkin di clone juga? Meski jaman

sekarang belum ada (atau belum dipublikasikan?) clone manusia…saya yakin anda

semua saudah tahu jawabnya….ya tinggal perhatiin aja

orang kembar identik , apa mereka bener2 orang yang sama? Kalau hasil pengamatan

saya sih nggak, malah dalam beberapa kasus “beda banget” bahkan ada yang berantem

terus kayak kucing dan anjing.

Tinggal pilih! clone atau aslinya?